Sudah lebih dari 180 hari sejak Ducati terakhir meraih kemenangan di ajang MotoGP. Momen itu terjadi saat Fermin Aldeguer menjuarai GP Malaysia, yang kini menjadi kemenangan terakhir pabrikan asal Italia tersebut di kelas utama.
Memasuki musim 2026, peta persaingan terlihat jauh lebih ketat. Ducati yang sebelumnya dikenal sebagai motor paling dominan kini harus menghadapi tekanan besar dari Aprilia dan KTM yang tampil jauh lebih kuat sejak awal musim.
Di klasemen pembalap, tidak ada pembalap Ducati yang mampu memimpin. Fabio di Giannantonio menjadi yang terbaik, tetapi hanya berada di posisi keempat di bawah para pembalap Aprilia dan KTM yang tampil lebih konsisten.
Kebangkitan Aprilia dan KTM yang Semakin Nyata
Aprilia menjadi salah satu pabrikan yang paling mencuri perhatian musim ini. Dalam tiga seri awal, tim pabrikan mereka berhasil mengumpulkan poin dua kali lipat lebih banyak dibanding Ducati, menunjukkan peningkatan performa yang sangat signifikan.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
KTM juga tidak kalah mengancam. Dengan Pedro Acosta sebagai bintang muda utama, pabrikan Austria itu tampil stabil dan konsisten menekan posisi Ducati dalam setiap balapan yang berlangsung.
Kondisi ini membuat klasemen konstruktor berubah cukup drastis. Aprilia kini berada di posisi teratas, sementara Ducati harus berjuang keras mempertahankan jarak agar tidak semakin tertinggal di awal musim yang panjang.
Baca Juga:Â Persib Kena Denda AFC Usai Keributan Suporter di Thailand
Ducati Dinilai Mengalami Stagnasi Performa
Beberapa pembalap Ducati mulai mengakui adanya perubahan kekuatan di grid MotoGP. Alex Marquez menilai Aprilia dan KTM berhasil melakukan lompatan besar dalam performa mereka. Sementara itu, Ducati terlihat belum mengalami peningkatan berarti dibanding musim sebelumnya. Kondisi ini membuat persaingan di lintasan menjadi semakin ketat dan sulit diprediksi.
Ia menilai motor Ducati masih cepat, tetapi tidak lagi memiliki keunggulan besar seperti dulu. Hal ini membuat persaingan menjadi jauh lebih seimbang dan setiap kesalahan kecil bisa berdampak besar pada hasil akhir balapan.
Meski demikian, Alex Marquez tetap optimistis. Ia percaya Ducati memiliki sejarah panjang dalam melakukan perkembangan performa di tengah musim, sehingga peluang untuk bangkit masih terbuka lebar.
Masalah Teknis dan Harapan Bangkit di Sisa Musim
Salah satu masalah utama Ducati saat ini adalah ketergantungan berlebihan pada bagian belakang motor. Fabio Di Giannantonio menjelaskan bahwa karakter motor mereka sangat kuat di awal balapan, terutama saat ban masih baru.
Namun, ketika ban belakang mulai menurun, performa motor ikut melemah. Pembalap menjadi kesulitan menjaga stabilitas saat pengereman dan masuk tikungan, sehingga kecepatan keseluruhan ikut turun.
Meski begitu, Di Giannantonio tetap percaya Ducati bisa kembali bersaing di level tertinggi. Dengan pengembangan pada bagian depan motor dan peningkatan keseimbangan, ia yakin Ducati masih memiliki peluang besar untuk kembali mendominasi MotoGP musim ini. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di sportszillablog.com.