Roger Penske memulai perayaan ulang tahun ke-60 timnya dengan cara paling spektakuler: meraih kemenangan ketiga berturut-turut di balapan ketahanan paling bergengsi di Amerika Serikat, Rolex 24 di Daytona. Kemenangan ini menempatkan Tim Penske sebagai salah satu dari hanya tiga tim dalam sejarah yang mampu menjuarai tiga balapan mobil sport berturut-turut di Daytona, bersama Chip Ganassi Racing dan Wayne Taylor Racing.

Prestasi ini sekaligus menjadi kemenangan ke-21 bagi Porsche di ajang Rolex 24, dan kemenangan IMSA ke-46 bagi Penske. Menariknya, tim ini meraih tiga kemenangan berturut-turut dengan susunan pembalap yang berbeda setiap tahunnya, kecuali pembalap Brasil Felipe Nasr yang menjadi satu-satunya pembalap tetap. Penske pun memuji penampilan Nasr, menyebutnya sebagai salah satu aksi mengemudi terbaik yang pernah ia saksikan.
Kemenangan tidak datang mudah bagi Nasr. Ia harus menahan tekanan dari Cadillac Action Express Racing selama satu jam terakhir di depan kerumunan penonton Rolex terbesar dalam sejarah balapan. Meski Cadillac awalnya meraih pole position, inspeksi pasca-kualifikasi membuat mereka memulai balapan dari posisi terakhir, sehingga menambah ketegangan di lintasan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Strategi Tim dan Aksi Nasr
Nasr, bersama rekan setimnya Julien Andlauer dan Laurin Heinrich, mengendarai Porsche 963 bernomor 7 yang telah dimodifikasi. Mereka berhasil menahan serangan Jack Aitken dan tim Cadillac yang berusaha menyalip hingga 25 menit terakhir balapan. Kemenangan akhirnya dicapai dengan selisih 1 menit 0,569 detik.
Nasr sendiri menyebut kemenangan ini sebagai momen impian. “Keinginan untuk menanglah yang membuat Anda melangkah lebih jauh,” ujarnya. Kesuksesan ini juga menandai tahun keenam berturut-turut seorang pembalap Brasil menjadi bagian dari tim pemenang, menambah sejarah panjang pembalap Brasil di ajang ini.
Helio Castroneves, juara Indianapolis 500 empat kali, turut mengukir prestasi sebagai bagian dari tim pemenang pada 2021 hingga 2023. Ini menunjukkan tradisi kemenangan yang kuat dalam tim Penske.
Baca Juga: Bortoleto Ungkap Peran Max Verstappen dalam Karier Formula 1-nya
Kelas Lain yang Memikat

Di kelas LMP2, Crowdstrike Racing by APR menjuarai balapan dengan mobil Oreca LMP2 07. Ini dikendarai oleh George Kurtz, Alex Quinn, Toby Sowery, dan Malthe Jakobsen. Interpol Europol Competition menempati posisi kedua dan ketiga dengan mobil Oreca yang sama.
Sementara itu, di kelas GTD Pro, Paul Miller Racing meraih kemenangan dengan BMW M4 GT3 EVO. Tim 75 Express dari Australia, menampilkan bintang IndyCar Will Power, finis di posisi kedua, dan Winward Racing dengan Mercedes-AMG GT3 menempati posisi ketiga.
Di kelas GTD, Winward Racing keluar sebagai pemenang. Lalu diikuti Magnus Racing dengan Aston Martin Vantage GT3 EVO di posisi kedua, dan Heart of Racing Team dengan Aston Martin lainnya di posisi ketiga.
Rekor dan Atmosfer Balapan
Balapan tahun ini berlangsung penuh tantangan. Kemudian ada bendera kuning karena kabut selama lebih dari enam jam, yang memecahkan rekor durasi bendera kuning sepanjang 120 putaran. Penske tetap fokus di pit stand selama 24 jam, bahkan sempat beristirahat sebentar di tengah balapan.
Ajang Rolex 24 2026 menampilkan 60 mobil dari 12 pabrikan dan 228 pembalap dari 32 negara, dan menjadi pembuka musim balap motor secara tidak resmi. Keberhasilan Penske menunjukkan kombinasi strategi matang, kerja sama tim solid. Kemudian performa individu yang memukau sebagai kunci meraih kemenangan di balapan ketahanan paling prestisius di Amerika Serikat. Simak terus pembahasan terbaru dari dunia olahraga menarik lainnya hanya di sportszillablog.com.
