Jorge Martin, juara dunia MotoGP 2025, kembali menghadapi tantangan besar dalam pemulihan fisiknya. Dalam beberapa pekan terakhir, pembalap Aprilia itu menjalani dua operasi penting.

Pertama, untuk memperbaiki tulang skafoid tangan kiri yang cedera sejak Februari tahun lalu, dan kedua untuk tulang selangka kanan yang patah pada September saat balapan sprint di Jepang. Operasi-operasi ini dilakukan untuk memastikan Martin bisa kembali mengendarai motor dengan aman.
Pemulihan awal setelah kedua cedera tersebut sempat tersendat, sehingga tim medis memutuskan untuk melakukan prosedur tambahan agar kondisinya lebih stabil. Langkah ini dianggap krusial demi keselamatan dan kesiapan fisiknya menghadapi balapan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Meskipun kini sudah kembali mengendarai motor, Martin mengaku belum 100 persen fit secara fisik. Ia tetap menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi tubuhnya benar-benar siap menghadapi tekanan fisik dari motor MotoGP, sehingga risiko cedera berulang dapat diminimalkan.
Fokus Pemulihan dan Latihan Fisik
Selama sebulan terakhir, Martín fokus pada pemulihan fisik di gym. Ia menjalani program latihan intensif untuk memperkuat bagian tubuh yang cedera. Namun, ia belum menyentuh motor sejak tes pramusim di Valencia pada November lalu. Langkah ini dilakukan untuk menghindari tekanan berlebih pada tangan dan bahu yang bermasalah.
Proses ini menjadi bagian penting dari strategi tim Aprilia agar Martin dapat kembali kompetitif. Dengan pemulihan bertahap, tim memastikan setiap langkah rehabilitasi berjalan sesuai rencana, sehingga pembalap Spanyol itu tidak terburu-buru kembali ke sirkuit.
Pendekatan ini juga membantu membangun kepercayaan diri Martin. Meski absen sementara, ia tetap terlibat dalam program tim, mempelajari data teknis dan perkembangan RS GP26 dari tim insinyur, sehingga tetap terhubung dengan motor dan strategi balap.
Baca Juga: Bayern Munich Bangkit, Kane dan Musiala Bersinar dalam Kemenangan 5-1 atas Leipzig
Kemungkinan Absen di Tes Pramusim Sepang

Karena kondisi fisik yang belum optimal, hampir dipastikan Martin tidak akan mengikuti tes pramusim pertama di Sepang pada 3-5 Februari. Untuk mengisi posisinya, Aprilia kemungkinan akan menurunkan Lorenzo Savadori, pembalap penguji dan pengembangan, seperti yang dilakukan pada musim lalu.
Walau absen mengendarai motor, Martin tetap akan hadir di Malaysia. Ia akan memantau perkembangan motor dari pit dan ikut serta dalam acara peluncuran musim MotoGP di Kuala Lumpur pada 6-7 Februari, yang menjadi momen penting bagi tim dan sponsor. Kehadirannya tetap memberikan dukungan moral dan teknis bagi staf dan pembalap lain.
Ketidakhadiran Martin di lintasan Sepang bukan berarti ia kehilangan ritme. Tim Aprilia memastikan persiapan teknis tetap berjalan, sambil menunggu pembalap andalan mereka benar-benar siap untuk mengendarai RS GP26 kembali.
Target Kembalinya Martin di Tes Buriram
Aprilia menargetkan Martin dapat kembali mengendarai motor pada tes pramusim kedua di Buriram, 21-22 Februari. Tes ini menjadi kesempatan penting untuk mengukur kesiapan fisik dan performa motor sebelum musim resmi dimulai pada 1 Maret di Grand Prix Thailand.
Kembalinya Martin memungkinkan tim menyesuaikan set-up motor sesuai gaya balapnya, sekaligus mengembalikan ritme yang hilang akibat absen panjang. Strategi ini diharapkan membantunya tampil kompetitif sejak awal musim, sekaligus menyiapkan kondisi ideal untuk mengejar gelar dan performa terbaik.
Meskipun menghadapi cedera bertubi-tubi, Martin tetap optimistis. Fokus pada pemulihan dan latihan bertahap menjadi kunci bagi sang juara dunia untuk kembali ke performa maksimalnya, sekaligus membuktikan ketangguhannya di lintasan MotoGP. Simak terus pembahasan sport global terupdate lainnya hanya di sportszillablog.com.
