Pertarungan antara Derek Chisora dan Deontay Wilder dijadwalkan berlangsung pada 4 April di The O2 Arena, London. Laga ini menarik perhatian karena mempertemukan dua petinju veteran yang sama-sama akan menorehkan pertarungan profesional ke-50 dalam karier mereka. Banyak pengamat menilai duel ini akan menjadi titik penting bagi masa depan karier keduanya.

Tyson Fury, yang telah menghadapi keduanya sebelumnya, ikut memberikan prediksi jelang pertandingan. Fury, yang terkenal dengan julukan The Gypsy King, pernah menjalani trilogi melawan Wilder dan tiga kali menghadapi Chisora. Dengan pengalaman tersebut, ia merasa cukup memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing petinju.
Fury menilai bahwa duel ini bukan sekadar pertarungan biasa, melainkan juga penentu momentum karier bagi Wilder dan Chisora. Bagi penggemar tinju, laga ini menjadi tontonan wajib karena menampilkan kombinasi pengalaman, strategi, dan kemampuan fisik veteran kelas berat yang jarang ditemukan di generasi baru.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Fury Lebih Menjagokan Chisora
Fury secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Derek Chisora. Menurutnya, Deontay Wilder sudah menurun performanya dan seharusnya mempertimbangkan pensiun setelah kekalahan terakhir beberapa tahun lalu. Fury menilai Chisora masih memiliki energi dan kemampuan yang lebih baik dibanding Wilder.
Dalam wawancaranya dengan jurnalis Gareth A. Davies, Fury menekankan bahwa pengalaman Chisora dalam menghadapi petinju kelas berat membuatnya lebih siap secara mental dan fisik. Ia percaya Chisora mampu memanfaatkan setiap kelemahan Wilder di atas ring.
Selain itu, Fury menyoroti penampilan Wilder dalam beberapa pertarungan terakhirnya. Menurut Fury, kecepatan dan ketepatan pukulan Wilder sudah tidak seefektif dulu. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ia yakin Chisora memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang.
Baca Juga: Mike Tyson Percaya Duel Legendaris Mayweather dan Pacquiao Masih Seru
Wilder dan Tantangan Usia

Deontay Wilder dikenal sebagai salah satu pemukul paling berbahaya di divisi kelas berat. Banyak kemenangannya diraih lewat satu pukulan knockout yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Namun, menurut Fury, gaya bertarung yang terlalu bergantung pada satu pukulan kini justru menjadi kelemahan bagi Wilder.
Fury menekankan bahwa seiring bertambahnya usia, timing dan kekuatan pukulan Wilder mulai menurun. Kekalahan Wilder dari Joseph Parker dan Zhilei Zhang dianggap sebagai bukti bahwa kemampuan utamanya sudah tidak lagi efektif seperti dulu. Ini menjadi faktor utama mengapa Fury meragukan peluang Wilder menang dalam duel mendatang.
Selain itu, Wilder perlu menyesuaikan strategi jika ingin tetap kompetitif. Tanpa kekuatan pukulan yang sama seperti sebelumnya, Wilder harus mengandalkan teknik dan stamina lebih dari sekadar satu pukulan knockout. Menurut Fury, hal itu menjadi tantangan besar bagi petinju Amerika itu.
Peluang Chisora dan Persiapan Fury
Derek Chisora, meski tidak muda lagi, masih memiliki energi dan stamina yang cukup untuk menghadapi Wilder. Fury yakin Chisora mampu memanfaatkan pengalaman dan strategi bertarungnya untuk mengalahkan lawan. Menurutnya, kombinasi pengalaman dan mental kuat Chisora bisa menjadi kunci kemenangan.
Sementara itu, Tyson Fury sendiri juga sedang mempersiapkan pertarungan berikutnya. Ia dijadwalkan naik ring pada 11 April di Tottenham Hotspur Stadium melawan Arslanbek Makhmudov dari Rusia. Pertandingan ini akan menjadi penampilan pertamanya sejak Desember 2024 dan menjadi kesempatan untuk memperkuat posisinya di divisi kelas berat dunia.
Dengan prediksi yang mengunggulkan Chisora dan fokus Fury pada pertarungan selanjutnya, duel antara Chisora dan Wilder dipastikan akan menjadi salah satu pertandingan kelas berat paling dinanti tahun ini. Ikuti terus perkembangan informasi olahraga menarik yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di sportszillablog.com.
